Selasa, 13 Desember 2011

Pendekatan Constructivism


1.     Constructivism
Constructivism adalah pandangan teoritis yang mengatakan bahwa pelajar lebih mengarah pada mengkonstruk daripada hanya sekedar menyerap pengetahuan dari pengalamannya (Ormrod, 2006).
Menurut Honebein (1996 dalam http://www.stemnet.nf.ca/~elmurphy/) ada tujuh sasaran dari pandangan constructivism antara lain:
·         Memberikan pengalaman disertai proses pembentukan pengetahuan.
·         Menghasilkan pengalaman dan membentuk apresiasi terhadap beragam pandangan
·         Memasukkan proses pembelajaran ke dalam konteks sehari-hari
·         Mendorong murid untuk mengungkapkan pendapat/pikirannya selama proses pembelajaran
·         Memasukkan proses pembelajaran saat bersosialisasi
·         Mendorong siswa untuk melihat sudut pandang yang berbeda
·         Mendorong kesadaran diri siswa dalam proses pembentukan pengetahuan
Salah satu aplikasi pandangan contructivism dalam dunia pendidikan adalah penggunaan metode pembelajaran Collaborative Learning (CL) dan Problem Based Learning (PBL) untuk mengembangkan ketrampilan belajar siswa.
Jadi Pendekatan konstruktivis akan membuat siswa mudah memahami suatu konsep apabila dalam proses belajar menekankan pada murid agar dapat mengkonstruksi pengetahuan melalui interaksi sosial dengan orang lain. Dengan cara belajar seperti itu dapat dikatakan proses belajar bermakna, karena tidak saja terkait dengan ketercapaian materi belajar, namun siswa juga belajar hidup sosial ketika melakukan diskusi kelompok. Guru menggunakan desain pembelajaran yang terkait dengan kompetensi dasar yaitu menganalisis hubungan antara perkembangan paham-paham baru dan transformasi sosial dengan kesadaran dan pergerakan kebangsaan.
Ada 2 macam pendekatan konstruktivis yang dapat dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran di kelas, yaitu: (1). Pendekatan kontruktivis sosial, (2). Pendekatan konstruktivis kognitif
1.1 Pendekatan kontruktivis sosial,
Secara umum pendekatan konstruktivis sosial menekankan pada konteks sosial dari pembelajaran dan bahwa pengetahuan itu dibangun dan dikonstruksi secara bersama (mutual). (Bearison dan Dorval 2002).
Pendekatan konstruktivis sosial mempunyai beberapa konsep umum seperti:
·         Pelajar aktif membina pengetahuan berasaskan pengalaman yang sudah ada.
·         Dalam konteks pembelajaran, pelajar seharusnya membina sendiri pengetahuan mereka.
·         Pentingnya membina pengetahuan secara aktif oleh pelajar sendiri melalui proses saling mempengaruhi antara pembelajaran terdahulu dengan pembelajaran terbaru.
·         Unsur terpenting dalam teori ini ialah seseorang membina pengetahuan dirinya secara aktif dengan cara membandingkan informasi baru dengan pemahamannya yang sudah ada.
·         Ketidakseimbangan merupakan faktor motivasi pembelajaran yang utama. Faktor ini berlaku apabila seorang pelajar menyadari gagasan-gagasannya tidak konsisten atau sesuai dengan pengetahuan ilmiah.
f.       Bahan pengajaran yang disediakan perlu mempunyai keterkaitan dengan pengalaman pelajar untuk menarik minat pelajar.
1.2 Pendekatan konstruktivism kognitif
Pendekatan konstruktivism kognitif merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan konsep dalam belajar yaitu berupa kategori-kategori yang mengelompokkan objek, kejadian dan karakteristik berdasarkan properti umum. Konsep merupakan elemen dari kognisi yang membantu menyederhanakan dan meringkas informasi.
Konstruktivisme kognitif, sebagai berasal dari karya Piaget (1977) mendefinisikan belajar sebagai suatu proses akomodasi, asimilasi, dan equilibrium (Piaget, 1977).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar