Selasa, 13 Desember 2011

Sejarah Matematika







Matematika berasal dari bahasa Yunani Kuno μάθημα (máthēma), yang artinya pengkajian, ilmu, pembelajaran, yang ruang lingkupnya menyempit. Dalam sumber lain disebutkan bahwa matematika adalah studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan.Dan arti teknisnya menjadi  “ pengkajian matematika”. Kata sifat dari matematika ialah μαθηματικός (mathēmatikós) yang artinya berkaitan dengan pengkajian atau tekun belajar, yang lebih jauhnya berarti matematis.
Para matematikawan mencari berbagai pola merumuskan konjektur baru, dan membangun kebenaran melalui metoda deduksi yang kaku dari aksioma – aksioma dan definisi – definisi yang bersesuaian.
Terdapat perselisihan tentang apakah objek – objek matematika seperti ‘bilangan’ dan ‘titik’ hadir secara alami atau hanyalah buatan manusia ?
Evolusi matematika dapat dipandang sebagai deretan abstraksi yang selalu bertambah banyak atau perkataan lainnya yang merupakan perluasan pokok masalah. Abstraksi bermula mengenai bilangan. Misalnya pernyataan dua pensil dan dua pena memiliki jumlah yang sama.

Tips & Trik Anak Suka Matematika





          Pelajaran matematika yang hanya mempunyai dua kemungkinan jawaban, yaitu benar dan salah memang sering mengerikan. Apalagi jika seorang siswa lebih sering memberikan jawaban salah daripada benar.

          Hal inilah yang sering membuat pelajaran eksakta seperti matematika tidak disukai oleh murid. Tapi tenang saja, ada beberapa beberapa tips yang bisa menumbuhkan perasaan cinta si kecil kepada pelajaran matematika:

Asal Usul Penjumlahan & Pengurangan




        Dulu, penduduk Mesir Kuno menandakan penjumlahan dan pengurangan dengan sepasang kaki. Kaki yang menghadap ke kiri untuk melambangkan penjumlahan, sedangkan kaki yang menghadap kanan untuk pengurangan.
        Tahun 1494, Luca Pacioli menyatakan simbol berhitung penjumlahan dengan huruf 'p atau p. Huruf tersebut singkatan dari piu, yang berarti "lebih banyak". Lalu, bagaimana dengan pengurangan? Untuk simbol pengurangan, ia menandakan dengan huruf m atau 'm, yang berarti "lebih sedikit" dan simbol tersebut dibaca meno.

Pendekatan Constructivism


1.     Constructivism
Constructivism adalah pandangan teoritis yang mengatakan bahwa pelajar lebih mengarah pada mengkonstruk daripada hanya sekedar menyerap pengetahuan dari pengalamannya (Ormrod, 2006).
Menurut Honebein (1996 dalam http://www.stemnet.nf.ca/~elmurphy/) ada tujuh sasaran dari pandangan constructivism antara lain:
·         Memberikan pengalaman disertai proses pembentukan pengetahuan.
·         Menghasilkan pengalaman dan membentuk apresiasi terhadap beragam pandangan
·         Memasukkan proses pembelajaran ke dalam konteks sehari-hari
·         Mendorong murid untuk mengungkapkan pendapat/pikirannya selama proses pembelajaran
·         Memasukkan proses pembelajaran saat bersosialisasi
·         Mendorong siswa untuk melihat sudut pandang yang berbeda
·         Mendorong kesadaran diri siswa dalam proses pembentukan pengetahuan